Social Icons

Thursday, March 26, 2015

pagar

readmore...

Monday, March 16, 2015

TUGAS BAHASA INDONESIA CERPEN



TERJATUH KEBAWAH
Karya : Anggi Saparda Rahayu
Hal baru mulai gue alami ketika gue terdaftar menjadi salah satu siswa baru SMAN 1 Cikukulu. Hal baru tersebut antara lain: dikelas ada 4 orang yang sama atau persis kelakuannya sama seperti gue, diantara nya suka jail, suka nggak buat PR, Tapi gue gak mau dibilang anak nakal. Sekolah ini memang bukan sekolah tujuan gue tapi apa boleh buat kalau orang tua yang menyuruh gue untuk bersekolah disini yaa jalani saja. sekolah ini lumayan enak dengan pemandangan yang serba hijau dan semua lingkungan yang bersih pula.
Oh iya kenalin dulu nama saya bisa dikatakan nama buat cewe tapi saya bukan cewe melainkan seorang cowok yang super kece dan selalu ada kalimat “tak kenal maka tak tahu”. Gue adalah Aspara Anggi saparda Rahayu. Gue adalah orang yang gemar sekali bermain bola. Sempet sih gue bercita-cita menjadi pemain sepak bola, tapi cita-citaku yang satu itu sekarang menjadi sebuah hobi . Gue juga suka bermain alat musik dan dengerin lagu. Semua jenis lagu Reggae apapun gue punya, kecuali jazz dan lagu jadul-jadul yang bikin sedih kalau didengerin tapi cita cita yang sebernarnya adalah menjadi dokter.
Gue bisa dikatakan pintar tetapi banyak yang sebaliknya karena gue bercita cita jadi dokter gue dianjurkan untuk masuk jurusan Ipa dengan banyak kerumitan dan segala tes yang yang telah dilewati akhirnya gue masuk dan diterima pada jurusan Ipa tapi gue masuk jurusan ipa banyak sekali yang tidak percaya atau hanya menyogok belaka.
” Val kok bisa yah si aspara itu masuk kejurusan ipa padahal kalo kita lihat dalam penampilannya dan tingkah lakunya , iya jelas tidak mungkin bangettt untuk masuk itu jurusan betul kagak Val”.
. “Iya betul Nal kita juga yang kata orangtua kita pintar kita tidak diterima tuh dijurusan ipa”. “iya Val gue jadi heran dan tidak percaya apa jangan jangan dia menyogok kepala sekolahnya”.
 Renal dan Noval pun seakan akan masih mempertanyakan tentang diterima nya si Aspara di itu Jurusan.
Sekolah pun berjalan dengan hari perhari bagaikan daun jatuh dari pohonnya dengan lambat tapi pasti. Baru saja 2 minggu berada disekolah itu Gue langsung mencari teman agar bisa dia ajak bersama dengan sikap yang sama, disitu Gue  langsung mendapatkan 3 Teman baru yaitu bernama Andrian, Novas dan Yayan  dengan waktu yang sangat singkat akhirnya gue  bisa berteman. Pertemanan Gue dimulai dengan kejahilan kejahilan yang terus diperbuat dan seakan akan gue  seperti kain dan baju yang tak akan pernah terpisahkan.
Karena gue yang terkenal paling jahil gue mencoba menjaili murid perempuan yang Bernama Arfani “Andrian bagaimana kalo kita suruh si Aspara buat menjahili si Arfani”
“emang kenapa harus si Arfani Vas”
“iya gue dapet informasi dari si Yayan bahwa si arfani adalah murid yang suka nangis dan sering memberitahukan semua yang terjadi dikelas kepada wali kelas” sambil tertawa jahat
“oh gitu ya ok siap kita kan bosen ngerjahili terus orang yang kita tidak kenal bagaimana kalo kita jahili saja si Aspara untuk menjahili si Arfani itu”.
“ OK sip” dengan hati dan perasaan yang sangat bahagia
Mereka bertiga langsung menyuruh gue untuk menjahili Arfani.
Karena gue tidak ingin disebut Cuco gue langsung saja menjahili Arfani dengan menaruh Ulat kedalam sepatu kirinya dan menaruh cacing ke sepatu kanannya tapi disaat gue menjahili gue tak sadar bahwa ada orang yang memperhatiakn Gue. Pada saat Arfani memakainya dia langsung menjerit ketakutan dan membuang jauh sepatu nya dan dia pun menangis dipenuhi rasa marah seperti orang bertemu hantu tapi siorang itu lagi memakan 1000 cabai. Arfani langsung memberitahukan kepada wali kelas bahwa dia telah dikerjai seseorang.
Keesokan harinya wali kelas langsung marah marah” plakkk” suara geplakan tangan “semua diam ibu mau nanya siapa yang tahu siapa yang dikelas ini suka jahil” suasana kelas langsung seperti gue sedang dikuburan.
Semua murid dikelas menunjuk kepada gue dan tiga teman gue “apa benar kalian yang sering jahil dikelas ini”Tanya wali kelas gue
“iya bu” karena semua yang terlibat jadi gue dan temen gue merasa sangat takut.
 “tapi ibu bukan menuduh kalian tapi ibu mengharapkan kejujuran dari kalian siapa yang telah menjahili Arfani dengan memasukan Ulat dan cacing kedalam sepatu nya??”
“ karena gue tidak ingin disalahkan atas kejadian kemaren gue menyalahkan ketiga temen gue yang melakukan kejadian kemaren”
Ketiga temen gue berdiam saja karena dia tidak mempunyai salah apa apa “apa benar kalian bertiga yang melakukan kejadian kemaren”
“enggak bu kami bertiga berani bersumpah karena kami bertiga tidak melakukan kejadian kemaren”
“lalu siapa yang melakukannya” wali kelas gue kebingungan sendiri
“saya tidak tahu bu, Tanya aja pada murid-murid barang kali aja ada yang tau bu”
“bagaimana apa diantara kalian ada yang tahu siapa yang menjahili Arfani”
Dengan rasa takut tapi Putri ingin membantu memnyelesaikan masalah Putri pun memberitahu bahwa Aspara lah yang melakukan ini semua.” Semua terbongkar ketika putri berbicara.
“Putri dari siapa kamu tahu dan begitu yakin bahwa asapara yang melakukannya” Tanya wali kelas gue
“iya kan bu kemarin saya kebetulan lewat kelas lalu melihat aspara yang sedang memasukan cacing dan Ulat kedalam itu sepatu”
Dengan marahnya ibu wali kelas pun membawa Gue untuk di tindak lanjuti.
Setelah itu gue diberi peringatan dengan  dipanggil orang tuanya Karena Aspara sangat takut Aspara berpikir bagaimana agar tidak ketahuan oleh orang tuanya. Gue berkumpul lalu berdiskusi tentang pemanggilan orangtua aspara
“aspara maafin kita bertiga karena kalo bukan kita yang menyuruh semuanya gak bakalan jadi bikini”
“iya sudah gapapa jangan pikirkan dulu yang itu, yang harus kita pikirkan bagaimana biar orangtua gue tidak tahu bahwa gue dipanggil orangtua”
“aspara bagaimana kalo pura – pura sakit”
“ah Biarpun gue begini tapi gue pernah denger kalo omomngan itu doa jadi mana mau orangtua gue jatuh sakit”
“haha tumben ngehadist lo bagaimana kalo katakan sibuk aja “
“ nggak bisa soalnya saya tadi sudah bilang gitu tapi gak mungkin semua pekerjaan akan terus menerus sibuk malah gue dijawab gitu sama ibu”
“arrrgghhh gimana dong gue dipanggil besok lagi”
“aha gue punya ide bagaimana kalo kamu nyewa tukang ojeg aja untuk dijadiin bapa kamu” dengan tertawa karena solusinya hanya sekedar hiburan.
Tapi disitu gue memilih saran dari novas
“tumben lo vas pinter haha, iya deh mendingan gue sewa tukang ojeg aja biar gue selamat”
Gue masih bingung tapi gue langsung kepangkalan ojeg
“ Mau kemana de” Tanya tukang ojeg
Karena gue tidak mau kemana-kemana gue langsung aja  menceritakannya nya. kesepakatan dan gue mulai tenang untu bersekolah besok.
Aspara……… gue bulak balik dengan bingung siapa yang manggil ternyata wali kelas gue memanggil “bagaimana mau kapan orang tua datang?”
“oh iya bu kebetulan sekali orang tua ku udah diruang ibu”
“Oh iya ibu kesini dulu”  Pemanggilan orangtua pun berjalan dengan lancar lalu gue berteriak gembira dan bisa menarik nafas dengan lega. Tapi tetap saja gue diamarahi oleh wali kelass gue.
Hari dan bulan telah kami lewati dengan belajar dan mencari kesenangan dengan banyak kenangan jahil pada orang orang yang tidak bersalah dan berdosa, karena merasa bosan  ketiga temen gue memutuskan untuk berhenti jahil karena jahil hanya menyenangkan bagi pelaku nya saja atau dalam artian bersenang senang diatas pendiriin orang lain,
“aspara kami bertiga bukan tidak mau berteman tapi kami memutuskan untuk insyaf dan mengurangi hal – hal yang tidak berguna”
“oh iya sok aja kalem aja tapi gue masih belum puas dan masih banyak orang orang yang belum gue kerjain jadi kalo kalian bertiga mengajak gue insyaf mending gausah ngomong dan kalian juga pasti tau gue bakal jawab apa…!!”
“oh iya tapi kalo lo butuh apa gitu. Kami akan selalu tetap ada untukmu asal itu dalam artian hal positif”
“Ok sipp” dengan berat hati gue mengucapkannya.
Karena sudah dikatakan aspara belum puas dan masih banyak orang yang belum dikerjai,  lalu gue mengjahii lagi seorang perempuan yang bernama Nuris saya menghina dengan abis abisan dan menghina ekonomi keluarganya lalu mengina kekurangannya gue disitu ga bisa berhenti tertawa karena yang gue hina merasa kesal dia terpaksa melemparkan Hp miliknya sendiri sehingga rusak parah. Tapi karena gue orang yang aneh gue merasa kasihan juga dan merasa ingin bertanggung jawab dengan tidak sadar gue membereskan hpnya lalu mengembalikannya dan meminta maaf.
 Tapi semua yang gue lakukan tak berarti apa apa. Karena dia sakit hati dia memanggil orangtuanya kesekolah tanpa disadari dan diketaui bapa nuris menanya kepada gue”de maaf kenal sama yang namanya aspara ngga??” karena gue tidak tahu gue nanya “  iya pak saya sendiri “”oh jadi kamu yang kemarin ngehina anak saya,,,PLAKK,Plaak “ suara tamparan bapak nuris ke gue, gue merasa malu tapi gue berpikir memang itu salah saya jadi saya yang harus bertanggung jwab atas itu.
Tidak hanya itu gue dihari itu entah gue lagi sial atau gue dibalas oleh allah swt  atas semua perbuatan saya mengalami kecelakaan dengan Terjatuh dari motor sesudah pulang sekolah gue sebelum kecelakaan sudah tidak tahu bagaimana lagi  agar nuris dan keluarganya bisa memaafkan gue karena dengan keadaan GasPool gue terpental sejauh 44 M dari motor gue disitulah gue berdoa agar bisa selamat dari doa itu banya warga yang menolong gue dan membawa gue kerumah sakit. Karena gue mengalami koma selama 2 hari semua orang diantaranya keluarga teman dan orang terdekat semuanya berdoa dan hanya bisa menangis. Tapi keajaiban datang kepada gue meski banyak tulang gue yang patah dan darah gue banyak yang kebuang tapi gue masih bisa selamat meskipun gue harus menunggu 2 bulan untuk bisa melakukan semua aktivitas.
Kalo  menurut gue memang salah berdoa pada sakit saja atau pada butuh saja tapi bagi allah tidak ada kata terlambat bagi orang - orang yang benar benar ingin menyembah allah.
Disitulah gue mulai berpikir dan menjadi baik tapi karena gue terlalu sering jahil bahkan jahil itu gue jadiin hobi gue sendiri jadi meski gue udah baik tapi gue susah untuk tidak jahil kepada orang tapi gue percaya kalo niat guee bener gue pasti bisa dan gue tahu bahwa ‘Bisa itu karena terbiasa dan terbiasa karena dipaksa’ karena itu gue bisa jadi orang baik.
Alhamdulillah karena gue baik dan gue belajar dengan sungguh sungguh gue bisa melanjutkan belajar ke univertas yang gue inginkan tapi jujur saja gue belum bisa ninggalin yang namanya Jahil.
I LOVE JAHIL.



readmore...