Monday, March 16, 2015
TUGAS BAHASA INDONESIA CERPEN
TERJATUH KEBAWAH
Karya : Anggi Saparda
Rahayu
Hal baru mulai gue alami ketika gue terdaftar menjadi salah satu
siswa baru SMAN 1 Cikukulu. Hal baru tersebut antara lain: dikelas ada 4 orang
yang sama atau persis kelakuannya sama seperti gue, diantara nya suka jail,
suka nggak buat PR, Tapi gue gak mau dibilang anak nakal. Sekolah ini memang
bukan sekolah tujuan gue tapi apa boleh buat kalau orang tua yang menyuruh gue
untuk bersekolah disini yaa jalani saja. sekolah ini lumayan enak dengan
pemandangan yang serba hijau dan semua lingkungan yang bersih pula.
Oh
iya kenalin dulu nama saya bisa dikatakan nama buat cewe tapi saya bukan cewe
melainkan seorang cowok yang super kece dan selalu ada kalimat “tak kenal maka
tak tahu”. Gue adalah Aspara Anggi saparda Rahayu. Gue adalah orang yang gemar
sekali bermain bola. Sempet sih gue bercita-cita menjadi pemain sepak bola,
tapi cita-citaku yang satu itu sekarang menjadi sebuah hobi . Gue juga suka
bermain alat musik dan dengerin lagu. Semua jenis lagu Reggae apapun gue punya,
kecuali jazz dan lagu jadul-jadul yang bikin sedih kalau didengerin tapi cita
cita yang sebernarnya adalah menjadi dokter.
Gue
bisa dikatakan pintar tetapi banyak yang sebaliknya karena gue bercita cita
jadi dokter gue dianjurkan untuk masuk jurusan Ipa dengan banyak kerumitan dan
segala tes yang yang telah dilewati akhirnya gue masuk dan diterima pada
jurusan Ipa tapi gue masuk jurusan ipa banyak sekali yang tidak percaya atau
hanya menyogok belaka.
”
Val kok bisa yah si aspara itu masuk kejurusan ipa padahal kalo kita lihat
dalam penampilannya dan tingkah lakunya , iya jelas tidak mungkin bangettt
untuk masuk itu jurusan betul kagak Val”.
.
“Iya betul Nal kita juga yang kata orangtua kita pintar kita tidak diterima tuh
dijurusan ipa”. “iya Val gue jadi heran dan tidak percaya apa jangan jangan dia
menyogok kepala sekolahnya”.
Renal dan Noval pun seakan akan masih
mempertanyakan tentang diterima nya si Aspara di itu Jurusan.
Sekolah
pun berjalan dengan hari perhari bagaikan daun jatuh dari pohonnya dengan
lambat tapi pasti. Baru saja 2 minggu berada disekolah itu Gue langsung mencari
teman agar bisa dia ajak bersama dengan sikap yang sama, disitu Gue langsung mendapatkan 3 Teman baru yaitu
bernama Andrian, Novas dan Yayan dengan
waktu yang sangat singkat akhirnya gue
bisa berteman. Pertemanan Gue dimulai dengan kejahilan kejahilan yang
terus diperbuat dan seakan akan gue
seperti kain dan baju yang tak akan pernah terpisahkan.
Karena
gue yang terkenal paling jahil gue mencoba menjaili murid perempuan yang
Bernama Arfani “Andrian bagaimana kalo kita suruh si Aspara buat menjahili si
Arfani”
“emang
kenapa harus si Arfani Vas”
“iya
gue dapet informasi dari si Yayan bahwa si arfani adalah murid yang suka nangis
dan sering memberitahukan semua yang terjadi dikelas kepada wali kelas” sambil
tertawa jahat
“oh
gitu ya ok siap kita kan bosen ngerjahili terus orang yang kita tidak kenal
bagaimana kalo kita jahili saja si Aspara untuk menjahili si Arfani itu”.
“
OK sip” dengan hati dan perasaan yang sangat bahagia
Mereka
bertiga langsung menyuruh gue untuk menjahili Arfani.
Karena
gue tidak ingin disebut Cuco gue langsung saja menjahili Arfani dengan menaruh
Ulat kedalam sepatu kirinya dan menaruh cacing ke sepatu kanannya tapi disaat
gue menjahili gue tak sadar bahwa ada orang yang memperhatiakn Gue. Pada saat
Arfani memakainya dia langsung menjerit ketakutan dan membuang jauh sepatu nya
dan dia pun menangis dipenuhi rasa marah seperti orang bertemu hantu tapi
siorang itu lagi memakan 1000 cabai. Arfani langsung memberitahukan kepada wali
kelas bahwa dia telah dikerjai seseorang.
Keesokan
harinya wali kelas langsung marah marah” plakkk” suara geplakan tangan “semua
diam ibu mau nanya siapa yang tahu siapa yang dikelas ini suka jahil” suasana
kelas langsung seperti gue sedang dikuburan.
Semua
murid dikelas menunjuk kepada gue dan tiga teman gue “apa benar kalian yang
sering jahil dikelas ini”Tanya wali kelas gue
“iya
bu” karena semua yang terlibat jadi gue dan temen gue merasa sangat takut.
“tapi ibu bukan menuduh kalian tapi ibu mengharapkan
kejujuran dari kalian siapa yang telah menjahili Arfani dengan memasukan Ulat
dan cacing kedalam sepatu nya??”
“
karena gue tidak ingin disalahkan atas kejadian kemaren gue menyalahkan ketiga
temen gue yang melakukan kejadian kemaren”
Ketiga
temen gue berdiam saja karena dia tidak mempunyai salah apa apa “apa benar
kalian bertiga yang melakukan kejadian kemaren”
“enggak
bu kami bertiga berani bersumpah karena kami bertiga tidak melakukan kejadian
kemaren”
“lalu
siapa yang melakukannya” wali kelas gue kebingungan sendiri
“saya
tidak tahu bu, Tanya aja pada murid-murid barang kali aja ada yang tau bu”
“bagaimana
apa diantara kalian ada yang tahu siapa yang menjahili Arfani”
Dengan
rasa takut tapi Putri ingin membantu memnyelesaikan masalah Putri pun memberitahu
bahwa Aspara lah yang melakukan ini semua.” Semua terbongkar ketika putri
berbicara.
“Putri
dari siapa kamu tahu dan begitu yakin bahwa asapara yang melakukannya” Tanya
wali kelas gue
“iya
kan bu kemarin saya kebetulan lewat kelas lalu melihat aspara yang sedang
memasukan cacing dan Ulat kedalam itu sepatu”
Dengan
marahnya ibu wali kelas pun membawa Gue untuk di tindak lanjuti.
Setelah
itu gue diberi peringatan dengan
dipanggil orang tuanya Karena Aspara sangat takut Aspara berpikir
bagaimana agar tidak ketahuan oleh orang tuanya. Gue berkumpul lalu berdiskusi
tentang pemanggilan orangtua aspara
“aspara
maafin kita bertiga karena kalo bukan kita yang menyuruh semuanya gak bakalan
jadi bikini”
“iya
sudah gapapa jangan pikirkan dulu yang itu, yang harus kita pikirkan bagaimana
biar orangtua gue tidak tahu bahwa gue dipanggil orangtua”
“aspara
bagaimana kalo pura – pura sakit”
“ah
Biarpun gue begini tapi gue pernah denger kalo omomngan itu doa jadi mana mau
orangtua gue jatuh sakit”
“haha
tumben ngehadist lo bagaimana kalo katakan sibuk aja “
“
nggak bisa soalnya saya tadi sudah bilang gitu tapi gak mungkin semua pekerjaan
akan terus menerus sibuk malah gue dijawab gitu sama ibu”
“arrrgghhh
gimana dong gue dipanggil besok lagi”
“aha
gue punya ide bagaimana kalo kamu nyewa tukang ojeg aja untuk dijadiin bapa
kamu” dengan tertawa karena solusinya hanya sekedar hiburan.
Tapi
disitu gue memilih saran dari novas
“tumben
lo vas pinter haha, iya deh mendingan gue sewa tukang ojeg aja biar gue
selamat”
Gue
masih bingung tapi gue langsung kepangkalan ojeg
“
Mau kemana de” Tanya tukang ojeg
Karena
gue tidak mau kemana-kemana gue langsung aja
menceritakannya nya. kesepakatan dan gue mulai tenang untu bersekolah
besok.
Aspara………
gue bulak balik dengan bingung siapa yang manggil ternyata wali kelas gue
memanggil “bagaimana mau kapan orang tua datang?”
“oh
iya bu kebetulan sekali orang tua ku udah diruang ibu”
“Oh
iya ibu kesini dulu” Pemanggilan
orangtua pun berjalan dengan lancar lalu gue berteriak gembira dan bisa menarik
nafas dengan lega. Tapi tetap saja gue diamarahi oleh wali kelass gue.
Hari
dan bulan telah kami lewati dengan belajar dan mencari kesenangan dengan banyak
kenangan jahil pada orang orang yang tidak bersalah dan berdosa, karena merasa
bosan ketiga temen gue memutuskan untuk
berhenti jahil karena jahil hanya menyenangkan bagi pelaku nya saja atau dalam
artian bersenang senang diatas pendiriin orang lain,
“aspara
kami bertiga bukan tidak mau berteman tapi kami memutuskan untuk insyaf dan mengurangi
hal – hal yang tidak berguna”
“oh
iya sok aja kalem aja tapi gue masih belum puas dan masih banyak orang orang
yang belum gue kerjain jadi kalo kalian bertiga mengajak gue insyaf mending
gausah ngomong dan kalian juga pasti tau gue bakal jawab apa…!!”
“oh
iya tapi kalo lo butuh apa gitu. Kami akan selalu tetap ada untukmu asal itu
dalam artian hal positif”
“Ok
sipp” dengan berat hati gue mengucapkannya.
Karena
sudah dikatakan aspara belum puas dan masih banyak orang yang belum
dikerjai, lalu gue mengjahii lagi
seorang perempuan yang bernama Nuris saya menghina dengan abis abisan dan
menghina ekonomi keluarganya lalu mengina kekurangannya gue disitu ga bisa
berhenti tertawa karena yang gue hina merasa kesal dia terpaksa melemparkan Hp
miliknya sendiri sehingga rusak parah. Tapi karena gue orang yang aneh gue
merasa kasihan juga dan merasa ingin bertanggung jawab dengan tidak sadar gue
membereskan hpnya lalu mengembalikannya dan meminta maaf.
Tapi semua yang gue lakukan tak berarti apa
apa. Karena dia sakit hati dia memanggil orangtuanya kesekolah tanpa disadari
dan diketaui bapa nuris menanya kepada gue”de maaf kenal sama yang namanya
aspara ngga??” karena gue tidak tahu gue nanya “ iya pak saya sendiri “”oh jadi kamu yang
kemarin ngehina anak saya,,,PLAKK,Plaak “ suara tamparan bapak nuris ke gue,
gue merasa malu tapi gue berpikir memang itu salah saya jadi saya yang harus
bertanggung jwab atas itu.
Tidak hanya itu gue dihari itu entah
gue lagi sial atau gue dibalas oleh allah swt
atas semua perbuatan saya mengalami kecelakaan dengan Terjatuh dari
motor sesudah pulang sekolah gue sebelum kecelakaan sudah tidak tahu bagaimana
lagi agar nuris dan keluarganya bisa
memaafkan gue karena dengan keadaan GasPool gue terpental sejauh 44 M dari
motor gue disitulah gue berdoa agar bisa selamat dari doa itu banya warga yang
menolong gue dan membawa gue kerumah sakit. Karena gue mengalami koma selama 2
hari semua orang diantaranya keluarga teman dan orang terdekat semuanya berdoa
dan hanya bisa menangis. Tapi keajaiban datang kepada gue meski banyak tulang
gue yang patah dan darah gue banyak yang kebuang tapi gue masih bisa selamat
meskipun gue harus menunggu 2 bulan untuk bisa melakukan semua aktivitas.
Kalo menurut gue memang salah berdoa pada sakit
saja atau pada butuh saja tapi bagi allah tidak ada kata terlambat bagi orang -
orang yang benar benar ingin menyembah allah.
Disitulah
gue mulai berpikir dan menjadi baik tapi karena gue terlalu sering jahil bahkan
jahil itu gue jadiin hobi gue sendiri jadi meski gue udah baik tapi gue susah
untuk tidak jahil kepada orang tapi gue percaya kalo niat guee bener gue pasti
bisa dan gue tahu bahwa ‘Bisa itu karena terbiasa dan terbiasa karena dipaksa’
karena itu gue bisa jadi orang baik.
Alhamdulillah
karena gue baik dan gue belajar dengan sungguh sungguh gue bisa melanjutkan
belajar ke univertas yang gue inginkan tapi jujur saja gue belum bisa ninggalin
yang namanya Jahil.
I
LOVE JAHIL.
Subscribe to:
Posts (Atom)
